Akali kemeja motif Anda untuk penampilan maksimal

Pull off the look!
Jangan salah kaprah dengan kemeja bermotif milik Anda. Itu semua tentang sense of style yang Anda miliki untuk membuatnya menjadi serasi.

Suatu hari, saya menghadiri sebuah pesta pernikahan dengan tema internasional. Jelas tertulis pada lembar undangan, dresscode: formal suits for men. Sewajarnya saya datang dengan mematuhi peraturan busana yang diminta sang pembuat hajat dengan maksud menghargai acara pernikahannya. Tiba di acara, saya pun bercengkerama dengan teman-teman dan kolega yang saya temui di sana. Tapi tiba-tiba mata saya terganggu dengan pemandangan yang menurut saya cukup aneh.

Dalam kerumunan tamu yang sedang asik menikmati hidangan dan saling berbincang, ada satu, dua, tiga, bahkan empat pria yang berpakaian tidak pada “standarnya”. Saya bukan fashion police, namun naluri saya sebagai pria berkata ada sedikit kejanggalan dalam cara berpakaiannya. Tampilannya seperti ini: berkemeja batik dengan motif parang yang cukup besar, dengan dasi, dan memakai jas. Yang kedua, berjas motif flanel, berkemeja garis-garis, dan berdasi merah. Yang ketiga, lagi-lagi berkemeja batik motif bunga dengan dasi warna biru. Yang ke empat, anggaplah serupa tapi tak sama.

“Clothes and manners do not make the man; but when he is made, they greatly improve his appearance.”

Itu kata Arthur Ashe. Bukan bermaksud judgemental, tapi dalam berpakaian memang seperti ada kode etik yang sewajarnya dipatuhi. Memadukan busana dalam setiap kesempatan toh bukan hal sulit. Kata wanita, pria itu makhluk paling tidak punya sense of fashion. Ada benarnya terkadang. Cuek bukan berarti tabrak motif, apalagi saat menghadiri event yang terbilang formal.

Sebetulnya, ada beberapa trik untuk urusan mix and match saat berpakaian. Tenang, Anda sedang tidak menghadapi ajang make over, tapi ini penting dalam Anda meraih first impression terbaik di mata orang lain.

Patterned shirt yang dapat menggambarkan mood dalam berpakaian.

Inovatif dengan motif

Patterned shirt atau busana bermotif tidak dilarang bagi pria. Indonesia, pewaris batik sebagai budaya dunia tentu memiliki ragam motif yang bagus untuk dikenakan. Namun, jangan sekali-kali memadukan batik dengan dasi atau jas.Biarkan pakaian batik Anda terlihat seluruhnya sehingga kesan ke-Indonesia-an tampak seutuhnya dalam penampilan. Tidak hanya batik, banyak jenis kemeja motif yang justru dapat menambah kesan elegan pada diri Anda. Pilihlahpatterned shirt dengan motif yang tidak terlalu besar. Motif yang tersamarkan akan lebih baik. Lupakan motif raksasa berwarna terang mirip kemeja Versace tahun 90an dulu lengkap dengan wajah singa menganga. Padukan busana motif yang akan dikenakan dengan luaran yang berwarna senada, netral, atau sedikit lebih gelap. Patterned shirt yang menurut saya paling lazim bagi pria saat ini adalah motif flannel, soft flowered, atau simple stripes.

Tampil serasi dengan dasi

Jangan langsung memberi label bahwa patterned shirt tidak cocok dipasangkan dengan dasi. Nanti dulu, pembahasan di awal lebih mengarah pada etika memakai batik yang pantas tampil apa adanya. Patterned shirt dapat dicocokan dengan dasi yang memiliki tekstur lembut, setidaknya semi wol. Dasi dengan bahan seperti itu akan memberi kesan lembut sehingga menyamarkan motif yang ada pada kemeja Anda. Pilihlah dasi dengan warna-warna pastel polos, seperti blue marine, dark fuschia, atau hijau lumut. Kesan ‘humble’ dari patterned shirt Anda akan terlihat lebih elegan dengan balutan dasi yang sesuai.

Pilihan dasi yang tepat dapat membuat patterned shirt Anda terlihat serasi.

Mix and match yang tepat, patterned shirt dengan formal suit.

Sumber: trashness.com

Percaya Diri dengan patterned shirt

Patterned shirt atau kemeja motif bagi sebagian orang dapat melambangkan suasana mood dalam bergaya. Jika Anda masih ragu dalam memilih patterned shirt yang sesuai dengan karakteristik Anda, pilihlah motif simple pin dots. Motif ini dapat dikatakan yang paling netral untuk dikenakan pria karena tidak terlalu mencolok. Sebisa mungkin hindari pemakaian patterned shirt dengan motif yang besar karena dapat mengurangi maskulinitas Anda.

Selain itu, pilihlah kemeja motif dengan model kerah yang tidak terlalu besar untuk menyelaraskan agar terlihat rapi. Kemeja bermotif dengan kerah yang besar mungkin mengingatkan orang pada gaya 70an, seperti John Travolta di filmGrease mungkin. Fashion memang menyoal mengenai kebebasan dalam gaya, namun bagi pria dewasa ada baiknya lebih memahami arti sebuah penampilan karena dapat mempengaruhi image seseorang. Because looking good isn’t self-importance, its self respect.

 

 

Source : m.talkmen.com

Leave a Reply


  • CUSTOMER SERVICE

    E-Mail : radenagus.com@gmail.com
    HP : 087838292595
    PIN BB : 276C6BA4
    LINE :087838292595
    WhatsApp : 087838292595
    YM : radenagus2000@yahoo.com

  • CHAT US